13 Desember, 2011


Sejarah budaya Natal

Kisah Natal berasal dari Injil Santo Lukas dan Santo Matius dalam Perjanjian Baru. Menurut Lukas, seorang malaikat memunculkan diri kepada para gembala di luar kota Betlehem dan mengabari mereka tentang lahirnya Yesus. Matius juga menceritakan bagaimana orang-orang bijak, yang disebut para majus, mengikuti bintang terang yang menunjukkan kepada mereka di mana Yesus berada.
Catatan pertama peringatan hari Natal adalah tahun 336 Sesudah Masehi pada kalender Romawi kuno, yaitu pada tanggal 25 Desember. Perayaan ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh perayaan orang kafir (bukan Kristen) pada saat itu. Sebagai bagian dari perayaan tersebut,masyarakat menyiapkan makanan khusus, menghiasi rumah mereka dengan daun-daunan hijau, menyanyi bersama dan tukar-menukarhadiah. Kebiasaan-kebiasaan itu lama-kelamaan menjadi bagian dari perayaan Natal. Pada akhir tahun 300-an Masehi agama Kristen menjadi agama resmi Kekaisaran Romawi.
Di tahun 1100 Natal telah menjadi perayaan keagamaan terpenting di Eropa, di banyak negara-negara di Eropa dengan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Hari Natal semakin tenar hingga masa Reformasi, suatu gerakan keagamaan di tahun 1500-an . Gerakan ini melahirkan agama Protestan. Pada masa Reformasi, banyak orang Kristen yang mulai menyebut Hari Natal sebagai hari raya kafir karena mengikutsertakan kebiasaan tanpa dasar keagamaan yang sah. Pada tahun 1600-an, karena adanya perasaan tidak enak itu, Natal dilarang di Inggris dan banyak koloni Inggris di Amerika. Namun, masyarakat tetap meneruskan kebiasaan tukar-menukar kado dan tak lama kemudian kembali kepada kebiasaan semula.
Pada tahun 1800-an, ada dua kebiasaan baru yang dilakukan pada hari Natal, yaitu menghias pohon Natal dan mengirimkan kartu kepada sanak saudara dan teman-teman. Di Amerika Serikat, Santa Claus (Sinterklas) menggantikan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Sejak tahun 1900-an, perayaan Natal menjadi semakin penting untuk berbagai bisnis.

Asal kata


Kata Christmas (Hari Natal) berasal dari kata Cristes maesse, frase dalam bahasa Inggris yang berarti Mass of Christ (Misa Kristus). Kadang-kadang kata Christmas disingkat menjadi Xmas. Tradisi ini diawali oleh Gereja Kristen terdahulu. Dalam bahasa Yunani, X adalah kata pertama dalam nama Kristus (Christos). Huruf ini sering digunakan sebagai simbol suci. Natal adalah hari raya umat Kristiani untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Tidak ada yang tahu tanggal berapa tepatnya hari lahir Kristus, namun kebanyakan orang Kristen memperingati Hari Natal pada tanggal 25 Desember. Pada hari itu, banyak yang pergi ke gereja untuk mengikuti perayaan keagamaan khusus. Selama masa Natal, mereka bertukar kado dan menghiasi rumah mereka dengan daun holly, mistletoe, dan pohon Natal. Perayaan Natal pada setiap negara dirayakan dengan kemeriahan yang berbeda.

Perayaan keagamaan


Bagi kebanyakan orang Kristen, masa Natal mulai pada hari Minggu yang paling dekat dengan tanggal 30 November. Hari ini adalah hari raya Santo Andreas, salah satu dari keduabelas rasul Kristus. Hari Minggu tersebut disebut hari pertama masa Adven, yaitu masa 4 minggu saat umat Kristiani mempersiapkan perayaan Natal.
Kata adven berarti datang, dan mengacu pada kedatangan Yesus pada hari Natal. Untuk merayakan masa Adven, empat buah lilin, masing-masing melambangkan hari Minggu dalam masa Adven, diletakkan dalam suatu lingkaran daun-daunan. Pada hari Minggu pertama, keluarga menyalakan satu lilin dan bersatu dalam doa. Mereka mengulangi kegiatan ini setiap hari Minggu dalam masa Adven, dengan menambahkan satu lilin lagi setiap kalinya. Sebuah lilin merah besar yang melambangkan Yesus, ditambahkan pada lingkaran daun-daunan itu pada Hari Natal.
Untuk kebanyakan umat Kristiani, masa Adven memuncak pada Misa tengah malam atau peringatan keagamaan lain pada malam sebelum Natal (Malam Natal), tanggal 24 Desember. Gereja-gereja dihiasi dengan lilin, lampu, dan daun-daunan hijau dan bunga pointsettia. Masa Natal berakhir pada hari Epifani, tanggal 6 Januari. Untuk gereja Kristen Barat, Epifani adalah datangnya para majus di hadirat bayi Yesus. Menurut umat Kristen Timur, hari tersebut adalah perayaan pembaptisan Kristus. Epifani jatuh 12 hari setelah hari Natal.

Tukar kado


Kebiasaan untuk tukar menukar kado pada sanak-saudara dan teman-teman pada hari khusus di musim dingin kemungkinan bermula di Romawi Kuno dan Eropa Utara. Di daerah-daerah tersebut, orang-orang memberikan hadiah pada satu sama lain sebagai bagian dari perayaan akhir tahun. Pada tahun 1100, di banyak negara-negara Eropa, Santo Nikolas menjadi lambang usaha saling memberi. Menurut legenda, Santo Nikolas membawakan hadiah-hadiah untuk anak-anak pada malam sebelum perayaannya, tanggal 6 Desember. Tokoh-tokoh yang bukan keagamaan menggantikan Santo Nikolas di berbagai negara tak lama setelah reformasi, dan tanggal 25 Desember menjadi hari untuk tukar-menukar kado. Kini di Amerika Serikat, Santa Claus membawakan hadiah untuk anak-anak.

Malam Natal


Karena pada dasarnya malam Natal adalah hari raya keagamaan, hari tersebut tidak dianggap sebagai hari libur resmi. Gereja-gereja mengadakan perayaan pada malam itu. Orang-orang memperhatikan gua Natal (replika dari kandang domba tempat Yesus lahir, dengan patung-patung Yesus, Maria, Yosef, gembala-gembala dan hewan-hewan) sambil menyanyikan lagu-lagu Natal.
Orang-orang dewasa minum eggnog, semacam susu telur madu, yaitu campuran krim, susu, gula, telur kocok dan brandy (semacam minuman beralkohol) atau rum. Menurut kisahnya, pada malam Natal, Santa Claus menaiki kereta salju penuh hadiah, ditarik oleh delapan ekor rusa kutub. Santa Claus lalu terbang menembus awan untuk mengantarkan hadiah-hadiah itu kepada anak-anak di seluruh dunia. Untuk mempersiapkan kunjungan Santa, anak-anak Amerika mendengarkan orangtuanya membacakan The Night Before Christmas (Malam Sebelum Natal) sebelum tidur pada Malam Natal. Puisi tersebut dikarang oleh Clement Moore di tahun 1832.
Dulu, anak-anak menggantungkan stoking atau kaus kaki besar di atas perapian. Santa turun dari cerobong asap dan meninggalkan permen dan hadiah-hadiah dalam kaus kaki itu untuk anak-anak. Kini, tradisi itu tetap diteruskan, namun kaus kakinya digantikan oleh tas kain merah berbentuk kaus kaki. Natal juga secara tradisi merupakan saat untuk berhenti bertengkar. Hari Raya Natal (Pesta Natal) 25 Desember Hari ini merupakan hari libur keagamaan maupun sekuler. Umat Kristiani merayakan peringatan kelahiran Yesus dari Nazaret.

Perayaan Natal


Karena sebetulnya Natal merupakan hari raya keagamaan, awalnya hari tersebut bukan merupakan hari libur resmi. Namun, karena kebanyakan orang Amerika Serikat adalah orang Kristen, hari itu adalah hari di saat kebanyakan bisnis tutup dan hari di mana paling banyak pekerja, termasuk karyawan pemerintah, diliburkan. Pulang ke rumah (termasuk pulang kampung) merupakan kebiasaan yang sangat dihormati. Selain dari tradisi yang sangat bersifat keagamaan, kebanyakan kebiasaan di saat Natal juga dilakukan oleh orang-orang yang tidak religius atau tidak memeluk agama Kristen. Biasanya, umat Kristiani merayakan Natal menurut tradisi gereja mereka masing-masing.
Ada berbagai macam ibadah keagamaan di gereja yang dilakukan oleh keluarga-keluarga sebelum mereka keliling untuk mengunjungi sanak-saudara dan teman-teman.

Natal menurut tradisi Amerika

Tukar menukar kado, mengirim kartu ucapan

Aktivitas ini menjadi populer sejak tahun 1800-an. Lagu-lagu Natal, yang disebut carol, dinyanyikan dan diperdengarkan selama masa liburan. Menjadi populer sejak tahun 1800-an. Menghias rumah. Kebanyakan orang Amerika menghias pohon Natal, yaitu pohon cemara atau pohon buatan, di rumah-rumah mereka. Lampu-lampu dan lingkaran daun-daunan dari pohon empat musim, mistletoe dan ucapan Selamat Natal diletakkan di dalam dan di luar banyak rumah. Menjadi populer sejak tahun 1800-an.

Makan Malam Natal

Seringkali dengan kalkun. Selain itu, banyak yang mengadakan pesta perjamuan persis sebelum dan sesudah Natal.

Santa Claus

Santa Claus berasal dari kisah lama tentang seorang Santo Kristiani bernama Nikolas dan dari dewa Norwegia yang bernama Odin. Para imigran membawa Bapa Natal atau Santo Nikolas ke Amerika Serikat. Namanya lambat laun berubah menjadi Santa Claus, dari nama Belanda untuk Bapa Natal abad ke-empat, Sinter Claas. Sekalipun asalnya dari mitologi Norwegia sebelum ajaran Kristen, Santa Claus baru menjadi tokoh yang kita kenal sekarang di Amerika Serikat. Orang Amerika memberikannya janggut berwarna putih, mendandaninya dengan baju merah dan menjadikannya seorang tua yang riang dengan pipi yang merah dan sinar di matanya. Santa Claus adalah tokoh mitos yang dikatakan tinggal di Kutub Utara, di mana beliau membuat mainan sepanjang tahun.


Keselamatan
Tidak ada satu manusiapun didunia ini yang tidak membutuhkan keselamatan. Apa buktinya? Kita selalu berkata "selamat pagi", "selamat diperjalanan", "selamat berbahagia" dan selamat ..." yang lain. artinya kita membutuhkan perlindungan dari ancaman-ancaman; tetapi banyak manusia hanya melindungi dirinya dari ancaman yang ada selama ia masih hidup.
Bagaimana dengan ancaman-ancaman setelah kematian? apakah hidup kita perlu diselamatkan? untuk mengetahui hal tersebut perlu diketahui 4 faktor yang tidak dapat disangkal.
1. DOSA dan HUKUMAN
"Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah" Roma 3:23
  • Semua manusia telah berbuat dosa, dari generasi kepada generasi
  • Dosa = melanggar perintah Allah dan melakukan larangan Allah
  • Fakta dosa tidak dapat disangkal
  • fakta dosa dapat diketahui melalui ; hati nurani, penderitaan, kematian
HUKUMAN DOSA:
"Sebab upah dosa ialah maut ; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita". Rom 6:23
  • Maut = terpisah dari hadirat Allah sampai selama-lamanya (Neraka)
  • Pembusukan roh = kematian
  • Perbudakan dosa = Kuasa yang memperhamba untuk melakukan dosa berulang-ulang
USAHA MANUSIA SIA-SIA
"Sebab oleh kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, ...". efesus 2:8-9
1. Manusia tidak berdaya mengatasi dosa.
Orang yang tenggelam didalam "lumpur dosa" tidak dapat menyelamatkan dirinya, ia perlu JURU SELAMAT.
Orang yang tersesat didalam "hutan dosa" tidak mungkin menyelamatkan dirinya, ia perlu JALAN YANG BENAR.
2. Tuntutan penyelesaian dosa terlalu besar
Akibat dosa sekecil apapun (Mat 5:22) adalah Neraka.
Agar manusia bebas dari maut harus ada orang lain yang menanggung maut baginya.
YESUS satu-satunya jalan KESELAMATAN
"Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, ... supaya Ia membawa kita kepada Allah; 1 Pet 3:18
"Kata Yesus kepadanya; "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku". Yoh 14:6
  • Yesus bersedia menyelamatkan, karena Ia mengasihi kita (Yoh 3:16)
  • Yesus mampu menyelamatkan, karena Ia telah menggantikan kita menerima hukuman dosa dikayu salib. 1 Pet 2:24
" ..., supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal". Yoh 3:16
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu; ..." Efesus 2:8-9
HIDUP KEKAL/KESELAMATAN ADALAH HADIAH (PEMBERIAN) DARI ALLAH YANG DITERIMA DENGAN IMAN.

3 tanda orang kristen sejati


Hanya oleh anugerah Allah melalui iman kepada Yesus Kristussajalah kita beroleh keselamatan. Dalam hal ini perlu dipahami bahwa keselamatan bukan hanya berbicara soal pengampunan dosa dan pembebasan dari murka dan hukuman Allah saja, tetapi juga berbicara soal pembaharuan hidup kita di hadapan Allah. Anugerah Allah itu mengampuni kita dari segala dosa kita, membebaskan kita dari murka dan hukuman Allah, dan juga mengubah serta memperbaharui hidup kita menjadi semakin serupa dengan Kristus.
Lalu, bagaimana kita dapat mengetahui bahwa kita telah beroleh keselamatan? Tanda-tanda apa sajakah yang seharusnya dimiliki oleh orang Kristen sejati?
Salah satu bagian Alkitab yang menjawab pertanyaan tersebut adalah surat 1 Yohanes. Surat 1 Yohanes ditulis untuk meneguhkan jaminan keselamatan orang-orang yang percaya pada Anak Allah (1 Yoh 5:13), sekaligus meruntuhkan keyakinan orang-orang yang sesungguhnya belum diselamatkan.
Dalam suratnya itu rasul Yohanes menggambarkan seorang Kristen sebagai seorang yang mengenal Allah (1 Yoh 2:3), ada di dalam Allah ( 1 Yoh 2:5), lahir dari Allah (1 Yoh 2:29), anak Allah (1 Yoh 3:1), dan sudah berpindah dari maut ke dalam hidup (1 Yoh 3:14). Karena itu, seorang Kristen harus memiliki karakter-karakter yang mencerminkan atribut-atribut Allah dan identitasnya di dalam Allah.
Dalam 1 Yohanes dituliskan tanda-tanda orang Kristen sejati, yaitu memiliki iman, ketaatan, dan kasih.

1. Iman
Pada awal suratnya rasul Yohanes menuliskan kesaksiannya tentang Kristus yang memberikan hidup kepada mereka yang percaya kepada-Nya (1Yoh 1:1-3). Inilah berita yang senantiasa disampaikan oleh para rasul. Bagi mereka yang menerima pemberitaan Injil Kristus ini, Allah menjanjikan hidup yang kekal (1 Yoh 2:24-25). Sebaliknya, mereka yang tidak percaya pada kesaksian para rasul, yaitu bahwa Yesus adalah Kristus, tidak memiliki hidup yang kekal (1 Yoh 2:22-23a).

2. Ketaatan
Bagaimana kita tahu bahwa kita mengenal Allah ? Mengenal Allah tidak hanya mengetahui fakta tentang Allah, tetapi juga mengalami Allah secara pribadi. Kita tahu bahwa kita mengenal Allah ketika kita mematuhi perintah-perintah-Nya (1Yoh 2:3-5). Tidak ada seorangpun yang dapat mematuhi perintah Allah dengan sempurna, tetapi seperti yang dikatakan John Calvin, orang yang mengenal Allah berjuang menurut kapasitas manusia yang tidak sempurna untuk menjalani hidupnya dalam kepatuhan kepada Allah.
Lebih lanjut, Kristus datang ke dunia untuk menghapus dosa. Karena itu, orang yang mengenal Allah tentu tidak akan terus-menerus berbuat dosa (1 Yoh 3:5-6). Terus-menerus berbuat dosa menunjukkan bahwa ia belum mengenal Allah (1 Yoh 3:8).

3. Kasih
Allah adalah kasih dan Ia telah mengasihi kita. Karena itu, orang yang mengenal Allahharuslah mengasihi (1 Yoh 4:8,11). Kasih itu berasal dari Allah (1 Yoh 4:7) dan seseorang memiliki kapasitas mengasihi karena Allah terlebih dulu mengasihinya (1 Yoh 4:19). Mengasihi adalah salah satu tanda bahwa ia lahir dari Allah dan mengenal Allah. Sebaliknya, barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya menunjukkan bahwa ia tidak mengasihi Allah dan tidak mempunyai hidup kekal (1 Yoh 4:20).
Esensi dari kasih adalah pengorbanan diri. Pengorbanan Kristus di atas kayu salib bagi kita adalah contoh yang terutama. Kita tahu apakah kasih itu karena Kristus sudah menyerahkan nyawa-Nya bagi kita (1 Yoh 3:16). Orang yang memiliki kasih seperti ini menunjukkan bahwa ia memiliki hidup kekal.
Marilah kita menguji diri kita masing-masing. Marilah kita memperteguh panggilan dan pilihan kita (2 Ptr 1:10). Apakah kita memiliki ketiga karakteristik di atas? Memiliki ketiga karakteristik di atas adalah tanda bahwa kita adalah anak Allah.

10 Desember, 2011

Gereja Baptis Independen


Gereja Baptist Independen (Baptis Independen Fundamental) adalah gereja-gereja Kristen yang secara umum memegang kepercayaanBaptis. Perbedaan mereka dengan kelompok Baptis lainnya ada pada istilah “Independen,” yang mengisyaratkan bahwa mereka tidak berada di bawah suatu struktur denominasi atau sinode mapapun. Gereja-gereja Baptis Independen percaya bahwa setiap gereja lokal berdiri secara otonom dengan Kristus sebagai kepala tiap gereja. Mengaplikasikan doktrin ini secara praktis, berarti tidak boleh ada sebuah gereja (atau gereja-gereja) yang bertindak sebagai atasan bagi gereja-gereja lain, sebagaimana dalam sistem Sinode atau Katolik. Setiap gereja Baptis Independen menganggap gereja Baptis Independen lain sebagai sesama saudara, bukan sebagai atasan atau bawahan. Gereja-gereja Baptis Independen secara umum memegang doktrin Fundamental Kristen, dan walaupun tidak di bawah suatu denominasi, tetapi rata-rata gereja Baptis Independen memiliki kemiripan pengajaran.

Sejarah



Gereja-gereja Baptis Independen menuliskan bahwa sejarah mereka dapat ditelusuri kembali ke gerakan Anabaptis di masa Reformasi, lalu ke kelompok-kelompok Waldenses, Bogomil, Novatian (dan kelompok-kelompok bawah tanah separatis lainnya) di abad-abad pertengahan, dan sampai ke para Rasul di abad pertama.[1] Namun demikian, istilah "Baptis Independen" baru muncul pada awal bad 20. Bangkitnya gerakan ini dipicu oleh meningkatnya modernisme dan liberalisme dalam denominasi-denominasi Baptis di 1800an akhir dan 1900an awal, baik di Amerika Serikat maupun di Inggris. Banyak gereja lokal Baptis yang mulai merasa bahwa elemen-elemen inti dan doktrin-doktrin Iman Kristen sedang ditinggalkan, seperti sifat Allah, ketiadasalahan Alkitab, pribadi Yesus Kristus sebagai manusia dan Allah, sifat Tritunggal, kebangkitan literal dan jasmaniah Kristus dan perlunya orang-orang Kristen memisahkan diri dari keduniawian. Pada saat yang sama, di denominasi-denominasi lain (Presbiterian, Methodis), perdebatan yang sama sedang berkecamuk menjadi kontroversi antara kelompok Fundamental dengan kelompok Modernis. Sebagai hasilnya, banyak dari antara jemaat-jemaat lokal Baptis ini yang memisahkan diri dari denominasi asal mereka dan mendirikan gereja-gereja lokal yang independen. Elemen-elemen yang konservatif dalam berbagai denominasi Baptis, banyak yang memilih keluar daripada tetap dalam denominasi, dan mendirikan gereja-gereja Baptis Independen.

Ciri khas


Gereja-gereja Baptis Independen sangat konservatif dalam kepercayaan mereka dan juga dalam cara kebaktian mereka. Mereka cenderung menolak banyak hal yang didapatkan dalam gereja-gereja denominasi karena mereka percaya doktrin pemisahan, yang didasarkan pada perintah "pisahkanlah dirimu" (2 Kor. 6:17)[3] Mereka biasanya tidak setuju dengan hal-hal berikut:
§  rock and roll dan jenis-jenis musik lain yang merupakan turunannya, termasuk Musik Kristen Kontemporer
§  fashion dan jenis pakaian kontemporer tertentu, yaitu yang dianggap kurang sopan, seperti rok yang terlalu pendek, potongan baju yang terlalu rendah, celana pada wanita, rambut panjang dan anting pada laki-laki.
§  menonton film di bioskop,
§  mengonsumsi alkohol atau minuman keras,
§  merokok,
§  hubungan seks di luar nikah, atau selain dari antara seorang laki-laki dengan seorang wanita, contohnya homoseksualitas, perzinahan, seks sebelum nikah, dan lain-lain.
§  aborsi.


Sifat


Gereja-gereja Baptis Independen secara umum memiliki sifat-sifat berikut:
§  Kristen konservatif, yang tidak ragu mengkhotbahkan dosa, neraka dengan api yang menyala-nyala, dan penghukuman bagi orang berdosa.
§  Mempercayai bahwa Alkitab adalah kitab yang diilhamkan Allah, tiada salah, dan dipelihara oleh Tuhan sepanjang zaman. MenafsirkanAlkitab secara literal, grammatikal, historikal.
§  Independen (gerejanya bersifat lokal, dengan otonomi penuh, tidak dibawah suatu organisasi regional (contoh Sinode), nasional atau internasional (contoh Gereja Roma Katolik), dengan tipe jemaat kongregasional
§  Mempraktekkan baptisan hanya kepada orang percaya (tidak kepada bayi atau anak-anak yang terlalu kecil), dengan cara selam, sebagaimana digambarkan dalam Alkitab
§  Menolak gerakan Ekumenisme dan Kharismatik, juga Liberalisme dalam segala bentuk -- sosial dan religius, juga menolak gerakan-gerakan dan hal-hal yang dianggap bertentangan dengan Alkitab, seperti feminisme, homoseksualitas, perceraian, dan hal-hal seperti itu.
§  Menolak Musik Kristen Kontemporer di dalam kebaktian, biasanya memakai himne
§  Mendukung penuh program penginjilan ke seluruh dunia, rajin mengirimkan penginjil dan misionaris
§  Menolak aktivitas-aktivitas yang digambarkan sebagai immoral dalam Alkitab, seperti judi, penggunaan minuman keras, obat-obat terlarang, rokok
§  Berpegang pada model keluarga paternalistik, dengan suami atau ayah sebagai kepala rumah tangga (Ef. 5:22-33)
§  Berpegang pada perbedaan peran dan tanggung jawab pria dengan wanita dalam jemaat. Kepemimpinan dalam jemaat lokal semuanya diserahkan kepada laki-laki (1 Tim. 2:9-15)
§  Percaya bahwa Yesus Kristus akan segera kembali, dan dapat kembali kapan saja, untuk menjemput orang-orang Kristen sejati. Oleh karena itu, aktivitas utama saat ini adalah mengabarkan kabar baik keselamatan dari Allah ke sebanyak mungkin orang.