Pendahuluan
Seringkali kita menunggu dan menanti sesuatu yang kita inginkan. Seperti seorang cowok yang menunggu kekasihnya pulang. Kita sebagai orang percaya selalu menantikan akan kedatangan Tuhan untuk kedua kalinya (Roma 8:24-25). Tidak seorangpun yang tak pernah ada penantian di hatinya, mungkin saat ini kita tidak menyadari bahwa kita sedang menantikan sesuatu yang kita inginkan. Contoh : suatu pekerjaan, pendamping hidup, maupun karir yang kita inginkan.
Bukan hanya kita saja yang mempunyai penantian, tetapi Tuhan juga punya penantian yang hendak Ia nyatakan dalam hidup kita.
Penantian apa yang ingin Tuhan berikan kepada kita (umat-Nya) ?
1. Tuhan menanti-natikan saat untuk menunjukkan kasih-Nya kepada umat-Nya (ayat 18)
Kasih seperti apakah yang Tuhan ingin tunjukan kepada kita ? yaitu suatu kasih yang tidak berkesudahan, sekalipun kita disurga nanti kasih itu tetap ada. Kita tahu bahwa kasih lebih besar dari sebuah pengharapan, Rasul paulus pernah mengatakan bahwa “sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih,…………”(1 Korintus 13:1). Kita tahu bahwa Tuhan sangat mengasihi umat kepunyaan-Nya, sekalipun umat-Nya melakukan kesalah sebesar apapun Ia tetap mengasihinya.
Kasih Tuhan telah nyata didalam hidup kita, dimana Dia menyerahkan anak-Nya yang tunggal untuk mati bagi dosa-dosa kita (Yoh 3:16).
2. Tuhan menunjukkan bahwa Ia bangkit hendak menyayangi kita (ayat 18)
Kita tahu saudara bahwa Allah maha penyayang. Tidak ada orang tua yang tidak menyayangi anak-anaknya, sekalipun seorang anak itu nakal dan tidak taat sama orang tuanya sendiri. Kita tahu bahwa Yesus telah bangkit dari kematian-Nya, karena Ia hendak menyayangi kita, Dia rela mati di kayu salib dan bangkit demi menebus dosa kita (Markus 8:31).
Sering kita mengalami penindasan diantara saudara-saudara kita, maupun orang lain. Tetapi Tuhan tidak tinggal diam begitu saja. Walaupun Ia mendatangkan kesusahan, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya kepada kita, (Yesaya 49:13, Ratapan 3:32).
3. Bahwa Dia adalah Allah yang adil (ayat 18)
Nabi Yesaya mengatakan kepada kita, supaya kita tahu bahwa Allah itu adil. Karena Ia tidak memilih kasih kepada kita sebagai anak-anak-Nya. Ada sebuah keluarga yang mempunyai 3anak, namun seorang ayah maupun ibu selalu bersikap adil terhadap anak-anaknya, sekalipun diantara ketiga anak tersebut meminta hal yang ia inginkan. Bigitu juga Tuhan terhadap kita, Ia memperlakukan kita dengan adil. Siapa diantara kita yang tidak mau di perlakukan dengan adil ? yang pasti tidak mau. Ayub 34:17
Kesimpulan
Sebuah penantian yang kita inginkan bukan berarti sesuatu yang tidak akan terjadi, tetapi itu akan terjadi pada waktunya (Pengkhotbah 3:11).Apakah penantian Tuhan yang hendak Ia tunjukan itu tidak akan terjadi, namun penantian Tuhan itu sudah terjadi dimana Ia menyerahkan anak-Nya yang tunggal mati dikayu salib untuk menebus dosa-dosa kita yang dulu dan sekarang. Sebab itu berbahagialah kita yang menanti-nantikan-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima Kasih sudah membaca Blog saya